Barca Kubur Mimpi Semifinal UCL. Penyerang Barcelona, Raphinha mengkritik kepemimpinan wasit di laga Atletico Madrid vs Barcelona baru- baru ini. Dia memperhitungkan wasit berat sebelah serta membuat banyak keputusan yang merugikan Barcelona.
Dini hari tadi, Barcelona memainkan leg kedua babak perempat final Liga Champions 2025/ 2026. Mereka mengalami Atletico Madrid di Riyad Air Metropolitano, di mana mereka tertinggal 2- 0 di leg awal.
Di laga ini, Barcelona sukses menang dengan skor 1- 2 atas Los Rojiblancos. Tetapi mereka kandas lolos sebab agregat akhir jadi 3- 2 buat kemenangan Atletico Madrid.
Raphinha sendiri merasa jengkel kalau di pertandingan leg kedua tersebut wasit berat sebelah kepada Atletico Madrid.” Aku rasa hari ini kami dirampok,” ucap Raphinha kepada Mundo Deportivo.
Dihiraukan Wasit
Bagi Raphinha, wasit seolah mengabaikan pelanggaran- pelanggaran yang terbuat oleh Atletico Madrid. Sehingga Barcelona terbuat mengidap selama laga.
” Kami bermain dengna sangat baik. Tetapi Pertandingan ini tidak adil, serta kami dirampok di babak ini,” sambung Raphinha.
” Mereka( Atletico Madrid) membuat banyak sekali pelanggaran serta semacam yang kamu amati mereka tidak memperoleh satupun kartu kuning hari ini.”
Torres yang lolos dari jebakan offside menuntaskan umpan terobosan Dani Olmo dengan tembakan ke sudut kanan gawang Atletico tanpa dapat diselamatkan kiper Juan Musso. Skor jadi 2- 0.
Atletico sukses mencetak satu gol di menit ke- 31. Ademola Lookman menuntaskan umpan silang Marcos Llorente dari sisi kanan dengan tembakan keras yang menghujam gawang Barca. Skor 1- 2 bertahan sampai turun minum.
Pada babak kedua, Torres sukses membobol gawang Atletico di menit ke- 55 usai menerima bola dari Gavi, tetapi wasit menganulirnya sebab Torres lebih dahulu offside. Skor senantiasa 1- 2.
Dini Sperma Tetapi Berujung Pahit
Barcelona langsung tampak kasar semenjak menit dini. Baru 4 menit berjalan, Lamine Yamal mencetak gol pembuka sehabis menerima umpan dari Ferran Torres. Tembakan mendatar Yamal tidak sanggup dihentikan Juan Musso. Skor 0- 1, agregat mulai menipis. Momentum itu bersinambung. Pada menit ke- 24, Ferran Torres mencetak gol kedua usai menggunakan umpan terobosan Dani Olmo. Agregat berganti jadi 2- 2. Barcelona kembali hidup. Tetapi Atletico merespons kilat. Menit ke- 31, serbuan balik kilat yang dipandu Marcos Llorente berakhir dengan umpan silang ke Ademola Lookman. Dengan tenang, Lookman menuntaskannya jadi gol. Skor jadi 1- 2, namun yang lebih penting—Atletico kembali unggul agregat 3- 2. Gol itu jadi titik balik. Barcelona terus memencet, tetapi Atletico bermain lebih disiplin serta efisien.

Robin Le Normand memiliki peluang membandingkan skor di menit ke- 74, tetapi tembakannya dari jarak dekat masih menimpa kaki kiper Barca, Joan Garcia. Petaka setelah itu muncul buat tim tamu di menit ke- 79.
Eric Garcia diganjar kartu merah langsung selepas menjatuhkan Alexander Sorloth dari balik. Dengan keadaan jadi bek terakhir, wasit tidak memiliki opsi kecuali mengusirnya.
Dengan keadaan bermain melawan 10 orang, Barca tidak menyerah. Tetapi waktu yang tersisa ditambah 8 menit injury time senantiasa tidak sanggup dimanfaatkan buat mencetak gol. Skor 1- 2 senantiasa bertahan sampai usai.
Atletico hendak mengalami pemenang duel Arsenal vs Sporting CP di semifinal. The Gunners unggul 1- 0 di leg awal, serta leg kedua hendak diselenggarakan Kamis( 16/ 4) jam 02. 00 Wib.
Mengalihkan Fokus ke Gelar La Liga
Walaupun terpukul, Flick enggan larut dalam kesedihan. Dia menegaskan prioritas utama Barcelona saat ini merupakan mengamankan gelar juara La Liga, di mana dikala ini mereka masih unggul 9 poin di puncak klasemen.
“ Kami wajib memenangkan La Liga. Kami wajib menampilkan mentalitas serta perilaku yang pas. Pasti saja kami kecewa, para penggemar, pemain, pelatih, untuk seluruh orang, memenangkan Liga Champions merupakan mimpi besar. Kami lagi mengarah ke situ. Kami mempunyai tim muda, serta kami hendak tumbuh musim depan,” tambahnya.
Menimpa kesempatan mengunci gelar juara dalam laga El Clasico bulan depan, pelatih asal Jerman itu mengaku tidak sangat hirau dengan momentum tersebut. Menurutnya, yang terutama merupakan trofi jatuh ke tangan mereka sedini bisa jadi.” Untuk aku, aku tidak hirau kapan kami hendak memenangkannya, aku cuma mau memenangkannya. Aku tidak hirau di pertandingan mana,” tegasnya.
Baca juga: Erling Haaland Komentari Leeds vs Man Utd
Puji Sokongan Penggemar serta Jauhi Kontroversi
Flick senantiasa membagikan apresiasi terhadap energi juang skuat mudanya. Dia meyakini para penggemar senantiasa bangga walaupun kutukan 7 tahun tanpa semifinal Liga Champions untuk Barcelona masih bersinambung.
“ Kami menganalisis segalanya, kala perihal semacam itu terjalin, mereka mengambil langkah selanjutnya. Semacam yang aku katakan, kami mempunyai tim muda. Kami pula wajib berdialog tentang apa yang mereka jalani, para penggemar bangga dengan tim ini. Kami melatih para pemain buat itu. Aku ketahui ini mengecewakan. Seperti itu sepak bola, memanglah semacam itu.”
Terpaut keputusan wasit yang membagikan kartu merah kepada Eric Garcia, Flick memilah buat tutup mulut serta menjauhi polemik.” Aku tidak mau membicarakan perihal itu. Aku wajib menerimanya,” singkatnya.
Barcelona hendak lekas kembali beraksi di La Liga minggu depan dengan menjamu Celta Vigo di Camp Nou buat memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen. Indocair berikan link gaming resmi yang sediakan ribuan games seru hari ini!

