Harry Kane Absen dari Timnas Inggris. Sorakan tajam menggema di segala stadion dikala peluit panjang berbunyi ciri pertandingan berakhir. Dari total 79. 233 pemirsa, sebagian besar telah lebih dahulu beranjak berangkat apalagi saat sebelum laga betul- betul usai.
Timnas Inggris baru saja dipermalukan Jepang dengan skor 1- 0, Rabu( 1/ 4/ 2026) dini hari Wib. Hasil ini bukan semata- mata kekalahan, tetapi pula sejarah. Jepang jadi negeri Asia awal yang sanggup menaklukkan The Three Lions.
Kekalahan ini membuka realitas yang susah diterima publik Inggris jelang Piala Dunia 2026. Harapan berdialog soal gelar Piala Dunia senantiasa hidup dikala Harry Kane terdapat di lapangan. Tetapi tanpa dirinya, tekad itu terasa rapuh, apalagi hampir tidak nampak.
Permasalahan diawali semenjak si kapten hadapi cedera ringan dalam tahap latihan hari Senin. Dia pernah mengikut tahap latihan tersebut, namun cuma bertahan 15 menit saat sebelum kesimpulannya menepi ke ruang kedokteran.
Suasana itu memforsir Thomas Tuchel mengambil keputusan kilat. Dalam waktu pendek, dia merombak strategi. Tetapi pergantian tiba- tiba malah memperlihatkan lemahnya lini serbu Inggris.

Eksperimen False Nine Inggris yang Kandas Total
Tuchel berupaya pendekatan berbeda dengan menempatkan Phil Foden selaku false nine. Dia ditopang Morgan Rogers di kanan, Anthony Gordon di kiri, serta Cole Palmer di belakangnya.
Alih- alih berikan alterasi, skema ini malah memutus aliran serbuan. Palmer, yang diharapkan jadi penghubung, malah melaksanakan kesalahan parah sebab kehabisan bola di zona krusial.
Kesalahan itu langsung dibayar mahal. Jepang melancarkan serbuan kilat yang diselesaikan dengan dingin oleh Kaoru Mitoma.
Di sisi lain, Foden tampak tanpa akibat berarti. Dari 19 kesempatan yang terbentuk, dia tidak mencatatkan satu juga tembakan. Dalam 60 menit, dia cuma memegang bola 22 kali saat sebelum kesimpulannya ditarik keluar.
Ironisnya, pemain dengan sentuhan paling banyak malah tiba dari dasar mistar. Jordan Pickford mencatat 39 sentuhan—sebuah angka yang menggambarkan tumpulnya lini depan Inggris.
Tidak Terdapat Wujud Harry Kane Kedua
Dalam laga tersebut, Phil Foden diplot sebagai false nine namun kandas membagikan pergantian berarti, hingga kesimpulannya digantikan oleh Dominic Solanke saat sebelum laga genap berjalan satu jam.
Dikala ditanya apakah dia takut dengan penyusutan mutu tim tanpa pencetak gol paling banyak selama masa Inggris tersebut, Tuchel merespons dengan melaporkan kalau alternatif dengan mutu yang setara memanglah tidak terdapat.
” Tanpa kedatangan Harry Kane, kami tidak mempunyai ancaman yang sama,” kata Tuchel.
” Bayern Munchen, tanpa kedatangan Harry Kane, mereka tidak mempunyai ancaman yang sama. Tidak terdapat tim di dunia ini yang mempunyai ancaman yang sama. Tim- tim papan atas tergantung kepada pemain top serta negara- negara top tergantung pada pemain top.”
” Tidak hanya itu, Harry wajib mundur sehingga kami kehabisan ia tidak cuma selaku pemain tetapi pula selaku wujud berarti. Senantiasa sedikit mengusik bila si kapten meninggalkan tahap latihan terakhir sehabis 15 menit serta keluar dari skuad.”
” Pasti saja itu mempengaruhi kami, namun pasti saja itu normal, ini merupakan realitas. Kami dapat memenangkan pertandingan tanpa Harry, kami hendak menang tanpa ia, kami sudah menang tanpa Harry. Pasti saja lebih gampang buat menang bersama Harry,” tegasnya.
Terpaut strategi penyerang pengganti, dia meningkatkan:” Kami tidak mengganti sistem dikala melawan Uruguay serta kami bermain dengan pemain no 9.”
” Hari ini kami bermain dengan pemain no 9 yang berbeda, ialah Phil Foden serta setelah itu dengan Dom Solanke. Tetapi aku tidak mencari Harry Kane kedua; sebab memanglah tidak terdapat Harry Kane kedua,” lanjutnya. Mainkan permainan tuankuda link gaming gampang menang besar hari ini!

